Pilar Warga Ekonomi ASEAN( MEA)

4 Pilar MEA ialah:

Pasar serta basis penciptaan tunggal;

Kawasan ekonomi berdaya saing besar;

Kawasan dengan pembangunan ekonomi yang menyeluruh serta berkeadilan; dan

Kawasan yang terintegrasi dengan ekonomi global.

Keempat pilar termuat dalam dokumen Blueprint yang disepakati dalam Pertemuan ke- 38 ASEAN Economic Ministers Meeting( AEM) di Kuala Lumpur pada Agustus 2006.

Pada tahun 2015, negeri anggota ASEAN sudah menyetujui Cetak Biru Warga Ekonomi ASEAN 2025. Cetak Biru MEA 2025 hendak terbangun di atas Cetak Biru MEA 2015 yang terdiri dari 5 ciri yang silih terpaut serta silih memantapkan, ialah:( a) ekonomi yang terpadu serta terintegrasi penuh;( b) ASEAN yang berdaya saing, inovatif, serta dinamis;( c) Kenaikan konektivitas serta kerja sama sektoral;( d) ASEAN yang tangguh, inklusif, dan berorientasi serta berpusat pada warga; serta( e) ASEAN yang global. MEA 2015 bertujuan tingkatkan kesejahteraan ASEAN yang mempunyai ciri selaku pasar serta basis penciptaan tunggal, kawasan ASEAN yang lebih dinamis serta berdaya saing, mempunyai pembangunan yang setara, dan memesatkan keterpaduan ekonomi di kawasan ASEAN serta dengan kawasan di luar ASEAN.

Buat mengimplementasikan Blueprint MEA 2015, didetetapkan scorecard yang berisikan deliverables ialah:

611 langkah aksi jenis Full Scorecard implementasi mea di indonesia

506 langkah aksi jenis Focused Base

Per 31 Desember 2017, tercatat 72 dari 118 prioritas( 61%) implementasi MEA di tahun 2017 sudah sukses diimplementasikan. Dari 46 prioritas yang belum diimplementasi, 12 di antara lain sudah diimplementasi oleh sebagian negeri anggota ASEAN. Ada pula Indonesia sepanjang ini sudah mengimplementasikan 85 dari 118 prioritas tersebut.

MEA 2025 ialah kelanjutan dari MEA 2015, serta bertujuan buat membuat ekonomi ASEAN terus menjadi terintegrasi serta kohesif; berdaya saing serta dinamis; kenaikan konektivitas serta kerja sama sektoral; tangguh, inklusif, berorientasi dan berpusat pada warga; dan ASEAN yang global.

Cakupan kerja sama ekonomi ASEAN: Kerja sama ekonomi ASEAN mencakup bidang perindustrian, perdagangan, investasi, jasa serta transportasi, telekomunikasi, pariwisata, dan keuangan. Tidak hanya itu, kerja sama ini mencakup bidang pertanian serta kehutanan, tenaga serta mineral, dan usaha mikro kecil serta menengah( UMKM). Bisa kita amati profil perekonomian ASEAN selaku berikut:

a. Negeri ASEAN kaya hendak komoditas sumber energi alam berbentuk tenaga, mineral serta tumbuhan pangan;

b. Jumlah penduduk ASEAN yang besar, ialah 632 Juta Jiwa( 2015), kebanyakan merupakan umur produktif;

c. Perkembangan ekonomi negeri ASEAN relatif besar, rata- rata 5%- 6% per tahun. Buat mendesak kesetaraan pembangunan antarnegara anggota( narrowing the development gap), ASEAN mempunyai Initiative for ASEAN Integration( IAI) ataupun Inisiatif Integrasi ASEAN( IIA). IIA bertujuan menghasilkan pembangunan menyeluruh antara ASEAN- 6( Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapore, serta Thailand) dengan CLMV( Kamboja, Laos, Myanmar, serta Vietnam).

Penerapan Initiative for ASEAN Integration: Initiative for ASEAN Integration dilaksanakan dalam wujud, proyek pelatihan kenaikan kapasitas, dorongan pembangunan lembaga, anjuran kebijakan, serta riset kelayakan.

Pendanaan proyek Initiative for ASEAN Integration: Penerapan proyek pada biasanya menemukan pendanaan dari ASEAN- 6, mitra wicara, ataupun lembaga internasional dalam rangka IIA dan secara bilateral.

Baca Juga : Tren Peralatan Dapur

Proyek- proyek Initiative for ASEAN Integration: Pada awal mulanya proyek Initiative for ASEAN Integration dilaksanakan di bidang ekonomi semacam, pembangunan infrastruktur, SDM, kenaikan kapasitas integrasi kawasan, tenaga, hawa investasi, pariwisata, pengentasan warga miskin, serta kenaikan mutu hidup. Dalam perkembangannya, proyek IIA diperluas mencakup bidang politik- keamanan serta sosial budaya.

Di samping itu, atas usulan Indonesia, ASEAN sudah menyetujui ASEAN Framework on Equitable Economic Development( AFEED) ataupun Kerangka Kerja ASEAN menimpa Pembangunan Ekonomi yang Setara. Kerangka kerja tersebut mengedepankan upaya, antara lain, pengurangan kesenjangan pembangunan, penguatan mutu sumber energi manusia, kenaikan kesejahteraan sosial, pengembangan usaha mikro kecil serta menengah( UMKM), serta partisipasi yang lebih luas dalam proses integrasi ASEAN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *